Selasa, 17 Maret 2015

Konsep Dasar Information System Management

Sistem informasi Manajemen (SIM) adalah serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan. Menurut beberapa ahli SIM adalah:
  •  Robert G. Murdick & Joel E Ross
Proses komunikasi dimana input dan output yang direkam, disimpan dan diproses untuk pengambialn keputusan, mengenai perancangan, pengoperasian dan pengendalian.
  • Gordon B Davis
Sistem manusia dan mesin yang terpadu untuk menghasilkan informasi guna mendukung operasi manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dalam suatu organisasi.
Dari definisi diatas dapat diuraikan lebih lanjut bahwa:

    Sistem Informasi Manajemen memiliki sub-sitem informasi. Sistem Informasi Manajemen adalah serangkaian sub-sistem, dimana sub-sistem tersebut mendukung tercapainya sasaran Sistem Informasi Manajemen dan organisasi sebagian dari sub-sistem berperan hanya dalam satu kegiatan atau lapisan manajemen, sementara yang lainya berperan ganda.

    Sistem Informasi Manajemen di koordinasikan secara terpusat untuk menjamamin bahwa data yang di proses dapat di operasikan secara terencana dan terkoordinasi. Semuanya untuk menjamin bahwa informasi melewati dan menuju sub-sistem yang diperlukan, serta menjamin bahwa sistem informasi bekerja secara efisien.

    Sistem Informasi Manajemen mentransformasikan data kedalam informasi. Apabila data diolah dan berguna bagi manajer untuk tujuan tertentu, maka ia akan menjadi informasi.

    Sistem Informasi Manajemen sesuai dengan gaya manajer Sistem Informasi Manajemen dikembangkan lewat pengenalan atas sifat dan gaya manajerial dari personil yang akan menggunakannya. Para perancang sistem apabila akan mengembangkan Sistem Informasi Manajemen hendaknya mempertimbangkan faktor manusiawi dengan cermat. Apabila tidak demikian, maka sistem yang dihasilkan tidak efektif.

    Pemroses informasi berada pada sebelah kiri. Ia mencakup komputer dengan database yang berisi data dan infomasi yang berasal data dan informasi yang berasal dari internal dan lingkungan dan juga perpustakaan software. Unsur penting lain yang walaupun tidak nampak pada model tersebut adalah staf spesialis infomasi.

    Pemroses informasi memberikan informasi dalam tiga bentuk dasar kepada pemakai SIM. Pemakai, yang ditampilkan di tengah dengan diagram organisasi ditempatkan pada tingkat organisasional dan dalam semua area fungsi.

    Sisi sebelah kanan dari model menunjukkan bagaimana informasi digunakan dalam pemecahan masalah. Tanda panah besar yang menghubungkan ketiga bentuk informasi dengan langkah pemecahan masalah menunjukkan bagaimana pemakai menerapkan output SIM. Informasi tersebut memberi keterangan kepada masalah, bukan kepada keputusan tertentu, dan ia diperuntukkan bagi manajer untuk menentukan bagaimana informasi tersebut akan digunakan.

    Kegiatan dari manajemen yang merupakan salah satu bagian dari SIM, yaitu:

Proses manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas:
    Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.

    Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari peretempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan.

    Pengambilan Keputusan, proses pemilihan diantara berbagai alternative disebut dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih diantara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian.

Berikut ini merupakan karakteristik dari SIM :
  • Merupakan salah satu dari 5 sub sistem dalam CBIS (Computer Based Information   System/Sistem Informasi Berbasis Komputer).
  • Merupakan tujuan untukmempertemukan seluruh informasi yang diperlukan oleh manajer pada semua tingkat organisasi.
  • Merupakan seluruh fungsi sistem informasi didalam suatu sub sistem input, database dan sub sistem output.
  • Memberikan gambaran terhadap atitude eksekutif dengan penyediaan komputer untuk membantu pemecahan masalah organisasi.
Kemampuan sebuah Sistem Informasi Manajemen, meliputi :
Pengetahuan tentang potensi kemampuan sistem informasi yang dikomputerisasi akan memungkinkan seorang manajer secara sistematis menganalisis masing-masing tugas organisasi dan menyesuaikannya dengan kemampuan komputer.
SIM secara khusus memiliki beberapa kemampuan teknis sesuai yang direncanakan baginya. Secara kolektif kemampuan ini menyangkal pernyataan bahwa komputer hanyalah mesin penjumlah atau kalkulator yang berkapasitas tinggi, sebenarnya komputer tidak dapat mengerjakan sesuatu ia hanya mengerjakan lebih cepat. Sistem informasi komputer dapat memiliki sejumlah kemampuan jauh diatas sistem non komputer. Dan kemampuan ini telah merevolusikan proses manajemen yang menggunakan informasi yang dihasilkan oleh sistem yang telah ada. Beberapa kemampuan teknis terpenting dalam sistem komputer :
  •     Pemrosesan data batch
  •     Pemrosesan data tunggal
  •     Pemrosesan on-line, real time
  •     Komunikasi data dan switching pesan
  •     Pemasukan data jarak jauh dan up date file
  •     Pencarian records dan analisis
  •     Pencarian file
  •     Algoritme dan model keputusan
  •     Otomatisasi kantor.
Dengan kata lain SIM adalah sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang sama. Sebenarnya secara teori, komputer bukanlah persyarat mutlak bagi sebuah Sistem Informasi Manajemen (SIM), namun dalam praktek agaknya menjadi suatu kepercayaan bahwa Sistem Informasi Manajemen yang baik tidak akan berjalan lancar tanpa bantuan kemampuan sebuah komputer, sehingga timbulah sistem informasi berbasis komputer (CBIS). Berikut ini merupakan bagan yang menjelaskan SIM sebagai sub unit suatu sistem
Bagan diatas menunjukkan SIM sebagai subsistem Sistem Informasi Berbasis Komputer
Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas organisasi formal, perusahaan atau sub unit dibawahnya. Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang terjadi di masa lalu, apa yang terjadi sekarang dan apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Informasi tersebut tersedia dalam bentuk laporan periodik, laporan khusus dan ouput dari model matematika. Output informasi digunakan oleh manajer maupun non manajer dalam perusahaan saat mereka membuat keputusan untuk memecahkan masalah.

B. Faktor-faktor serta Indikator yang Menunjukkan Gagalnya SIM dalam Organisasi/Perusahaan

1. Faktor-faktor yang menyebabkan SIM kurang berkembang dalam organisasi/perusahaan

Dengan adanya SIM ini, sebuah perusahaan mengharapkan suatu sistem yang dapat bekerja secara cepat dan akurat sehingga produktivitas kerja di perusahaan lebih meningkat. Namun karena beberapa faktor tertentu, terkadang malah perusahaan mengalami kegagalan.
Pengembangan SIM canggih berbasis komputer memerlukan sejumlah orang yang berketrampilan tinggi dan berpengalaman lama dan memerlukan partisipasi dari para manajer organisasi. Banyak organisasi yang gagal membangun SIM karena :
  •  Pengorganisasian perusahaan yang kurang wajar
  •  Kurangnya perencanaan yang memadai
  •  Kurang personil yang handal
  •  Kurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk keikutsertaan para manajer dalam merancang sistem, mengendalikan upaya pengembangan sistem dan memotivasi seluruh personil yang terlibat.
Untuk meraih keberhasilan dalam pengembangan SIM, perlu diperbaikinya system lama, terutama jika disebabkan beberapa hal berikut ini,
1. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem
yang lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa :

    Ketidakberesan sistem yang lama

Ketidakberesan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang
lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan.

    Pertumbuhan organisasi

Kebutuhan informasi yang semakin luas, volume pengolahan data
semakin meningkat, perubahan prinsip akuntansi yang baru
menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru, karena sistem yang
lama tidak efektif lagi dan tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan
informasi yang dibutuhkan manajemen.

2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan

Dalam keadaan persaingan pasar yang ketat, kecepatan informasi atau
efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan
rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatankesempatan
dan peluang-peluang pasar, sehingga teknologi informasi perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi agar dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen.

3. Adanya instruksi dari pimpinan atau adanya peraturan pemerintah

Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi instruksi dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti misalnya peraturan pemerintah

2. Indikator Diperlukannya Pengembangan SIM
1. Keluhan pelanggan
2. Pengiriman barang yang sering tertunda
3. Pembayaran gaji yang terlambat
4. Laporan yang tidak tepat waktu
5. Isi laporan yang sering salah
6. Tanggung jawab yang tidak jelas
7. Waktu kerja yang berlebihan
8. Ketidakberesan kas
9. Produktivitas tenaga kerja yang rendah
10. Banyaknya pekerja yang menganggur
11. Kegiatan yang tumpang tindih
12. Tanggapan yang lambat terhadap pelanggan
13. Kehilangan kesempatan kompetisi pasar
14. Persediaan barang yang terlalu tinggi
15. Pemesanan kembali barang yang tidak efisien
16. Biaya operasi yang tinggi
17. File-file yang kurang teratur
18. Keluhan dari supplier karena tertundanya pembayaran
19. Tertundanya pengiriman karena kurang persediaan
20. Investasi yang tidak efisien
21. Peramalan penjualan dan produksi tidak tepat
22. Kapasitas produksi yang menganggur
23. Pekerjaan manajer yang terlalu teknis


Sumber:
http://chanisia.wordpress.com/2010/01/01/sistem-informasi-pada-perusahaan/
http://en.wikipedia.org/wiki/Management_information_system
http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?view=article&catid=25%3Aindustri&id=251%3Asistem-informasi-manajemen&option=com_content&Itemid=15

KONSEP DASAR MANAJEMEN BISNIS

A.  Manajemen dalam Orgaisasi
Kata manjemen tampaknya begitu sering di dengar , Manajemen erat kaitannya dengan konsep organisasi . Menurut Griffin 2002, organisasi adalah sekelompok orang yang bekerja sama dalam struktur   dan koordinasi tertentu    dalam mencapai serangkaian tertentu. Berbagai organisasi memiliki tujuan yang berbeda-beda  tergantung   pada jenis organisasinya.

     1.Organisai Politik
            Yaitu memiliki tujuan untuk menyalurkan aspirasi rakyat melalui aturan kelembagaan politik tertentu atau  bisa juga organisasi politik bertujuan untuk meraih kursi  kekuasaan sebanyak-banyaknya agar peranya sebagai pembawa aspirasi rakyat dapat  di wujudkan secara optimal.

     2. Organisasi Sosial
            Organisasi ini  memiliki tujuan yang berbeda dengan organisasi politik.  Organisasi social biasa tidak bertujuan untuk menyalurka aspirasi rakyat melalui kegiatan perebutan kekuasaan.  Akan tetapi organisasi sosial bisa jadi bertujuan untuk menjawab  aspirasi rakyat melalui pemberian sumbangan , pelatihan-pelatihan, dan lain sebagainya. Berbeda dengan organisasi politik dan sosial, sebuah universitas adalah adalah sebuah organisasi. Di dalam nya ada sekumpulan orang-orang dari dosen,karyawan, mahasiswa, serta ada tujuan yang ingi di capai oleh universitas misalnya, untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetisi tertentu sehingga dapat menjadi insane yang berguna di masyarakat.
 
  3. Organisasi Bisnis
            Organisasi Bisnis bertujuan untuk memperoleh profit , sekalipun tidak seluruh organisasi bisnis bertujuan untuk profit, namun profit adalah salah satu tujuan yang ingi di capai oleh organisasi bisnis di manapun. Organisasi bisnis adalah sekumpulan orang atau sekelompok orang yang memiliki tujuan untuk meraih profit dalam kegiatan bisnisnya, sehingga mereka   berupaya untukmewujudkan tujuannya tersebut melalui kerja saama dalam organisasi tersebut.  Selain organisasi yang berbeda, organisasi juga terdiri dari berbagai sumber daya yang di milikinya, misalnya ,peralatan, perlengkapan, dan lain-lain. Griffin mengemukakan bahwa paling tidak organisasi memiliki berbagai sumber daya impormasional (informasitional resources ). Manajemen di perlukan ketika terdapat sekumpulan orang-orang (yang pada umumnya memiliki karakteristik perbedaan ) dan sejumlah sumber daya yang harus di kelola agar tujuan sebuah organisasi tercapai .

B.Pengertian Manajemen            Kata manajemen  berasal dari bahasa italia (1561) manggiare yang berarti “mengendalikan” pengertian manajemen  menurut Marg Parker  Foler (1997) manajemen is the  art of getting thing done through people, manajemen adalah seni menyelesaikan sesuatu melalui  orang lain. Misalnya sesuatu di seni adalah segala sesuatu yang perlu di lakukan dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Manajemen berasal dari kata tomanage (bahasa inggris ) yang berarti  mengelola atau mengurus . Jika kita mempelajari literature manajemen , maka akan tampak istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu :
  1. Manajemen sebagai suatu proses
  2. Manajemen sebagai kolektifitas manajemen
  3. Dan manajemen sebagai suatu seni dan ilmu

Berikut ini beberapa definisi manajemen yang di kemukakan oleh ahli-ahli :
  a. A.F. Stoner
Manajemen  adalah proses perencanaan ,pengorganisasian, kepemimpinan ,dan pengawasan dari usaha  organisasi untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan.
 b. Horold koontz dan cyrill o’Domell
            Menejemen sebagai usaha untuk mencapai tujuan tertentu melalui orang lain.
c. Mary Parker Follet
               Manajemen adalah suatu seni  untuk melakukan pekerjaan melalui orang lain.
d. Henry Fayol
              Menurut Henry Fayol dalam bukunya general industrial management, manajemen merupakan proses tertentu yang terdiri dari kegiatan perencanaan, mengorganisasakan, menggerakan sumber daya manusia, dan mengadakan pengendalian dalam rangka mencapai tujuan.
e. Oey Liang Lee
              Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasain, pengarahan dan pengawasan, tenaga manusia dengan bantuan tenaga alat lain untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan.
               Dari beberapa pengartian manajemen di atas, dapat di simpulkan bahwa manajemen adalah seni  dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan para anggota organisasi dan penggunaan semua sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan organisasi yang telah di tetapkan terlebih dahulu.
                   Managemen secara pengertian, sebagaimana di kemukakan Mary Parker Foller (1979), adalah seni dalam menyelesaikan sesuatu melalui oramng lain, management is the art of getting things done through people. Proses penyelesaian atas sesuatu memerlukan tahapan – tahapan.  Bagi sebuiah organisasi bisnis, tahapan-tahapan tersebut bisa berupa perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengawasan dan pengendalian.  Berdasarkan tahapan-tahapan ini, maka di kenal pengertian lain dari manejemen yaitu sebagai mana di kemukakan oleh Nickless, Mchugh (1997) The Procces Used To Accomplish Organizational Goals Throught Planning, Organizing, Directing, and Controlling People And Other Organizational Resource. Manajemen sebuah proses yang di lakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang-orang atau sumber daya organisasi lain.

C. Peran Manajemen dalam Organisasi Efektif dan Efisien
                Manajemen sangat di perlukan agar tujuan dari organisasi dapat di capai secara efektif dan efisien. Menurut Pater F. Drucker adalah mengerjakan pekerjaan yang benar (Doing Righ Thing). Sedangkan efisien menurutnya adalah mengerjakan pekerjaan yang benar (Doing Right Things).

Fungsi-fungsi  Manajemen            Fungsi-fungsi manajemen adal;ah serangkaian kegiatan yang di jalankan dalam manajemen berdasarkan fungsinya masing-masung dalam mengikuti satu tahapan-tahapan tertentu dalam pelaksanaannya. Fungsi-fungsi manajemen, sebagaimana dinterangkan oleh Nickels McHugh (1997 ), terdiri dari empat fungsi, yaitu :

a. Perencanaan dan planning
 Yaitu proses yang menyangkut upaya yang di lakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan pembantukan strategi dan teknik yang tetap untuk mewujudkan target atau organisasi.Yaitu, bagaimana merencanakan bisnis yang ramah lingkungan , bagaimana merancang organisasi bisnis yang mampu bersaing dalam persaingan global, dan lain sebagainya.

b. Pengorganisasian atau Organizing
 Yaitu proses yang menyangkut bagaimana strategi dan teknik yang telah di rumuskan dalam perencanaan di desaian dalam sebuah struktur organisasi yang cepat dan tangguh, system dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan bisa memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi bisabekerja secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan organisasi.

c. Pengimplementasikan atau Directing
Yaitu proses implementasi program  agar bisa di jalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dengan produktivitas yang tinggi.

d. Pengendalian dan Pengawasan atau Controlling
Yaitu proses yang di lakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah di rencanakan, di organisasikan, di implementasikan bisa berjalan sesuai dengan target yang di harapkan sekalipun sebagai perubahan terjadi dalam lingkungan bisnis yang terjadi.

Greffin mengemukakan fungsi manajemen adalah perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), kepemimpinan (leading), dan pengawasan (controlling),. Sekalipun para ahli menejemen tersebut memiliki perbedaan pandangan dalam melihat fungsi-fungsi manajemen, akan tetapi esensi yang sama, bahwa:
1. Menejemen terdiri dari tahapan-tahapan tertentu yang berfungsi untuk mencapai tujuan organisasi.
2. Setiap tahapan memiliki keterkaitan satu sama lain dalam pencapaian tujuan organisasi.

KEGIATAN-KEGIATAN DALAM FUNGSI MANAJEMEN


a. Fungsi perencanaan (planing)
  1.  Menetapkan tujuan dalam target bisnis
  2.  Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut
  3.  Menenetukan sumber daya yang di perlkukan
  4. Menetapkan standar atau indicator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis

b. Fungsi pengorganisasian (Organizing)
  1. Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapka tugas dan prosedur yang di perlukan      menetapkan struktur ortganisasi yang menunjukan adanya garis kewenangan dan tanggung jawab
  2. Kegiatan pengrekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan SDM
  3. Kegiatan penetapan SDM pada posisi yang paling cepat

c. Fungsi Pengimplementasian
  1. Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan
  2. Membari tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan
  3. Menjelaskan kebijakan yang di tetapkan

d. Fungsi pengawasan
  1. Mengevalusi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dalam target bisnis sesuai dengan indicator yang telah di tetapkan
  2. Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi penyimpangan yang mungkin di temukan
  3. Melakukan berbagai alternatif solusi dari berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis

Sumber : http://nonasakurahanami.blogspot.com/2013/05/pengantar-manajemen-konsep-dasar.html

Pengertian, Konsep Dasar dan Fungsi Manajemen


Pengertian Manajemen (Definition of Management)
Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno mnagement, yang artinya seni melaksanakan dan mengatur. Menurut Mary Parker Follet, manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Menurut Ricky W. Griffin : sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

Istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu :
1. Manajemen sebagai suatu proses,
2. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen,
3. Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science)

Manajemen sebagai suatu proses, dikemukakan tiga buah definisi:
1. Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.
2. Selanjutnya, Hilman mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama. Manajemen adalah kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajemen.
3. Menurut pengertian yang ketiga, manajemen adalah seni (Art) atau suatu ilmu pnegetahuan. Mengenai inipun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen adalah seni dan segolongan yang lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnya kedua pendapat itu sama mengandung kebenarannya.

Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.

Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Definisi dari mary ini mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja yang pelu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.

Konsep Dasar Manajemen

Manajemen Sebagai ILMU (1)

Suatu bidang Ilmu Pengetahuan (science) yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama untuk mencapai tujuan dan membuat sistem kerjasama ini bermanfaat bagi kemanusiaan.

Manajemen Sebagai SENI (2)

Management adalah seni untuk mencapai hasil yang maksimal dengan usaha yang minimal, demikian pula mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan maksimal bagi pimpinan maupun pekerja serta memberikan pelayanan yang sebagaik mungkin kepada masyarakat.

Manajemen sebagai PROFESI (3)

Manajemen sebagai Profesi merupakan suatu bidang pekerjaan yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki keahlian dan ketrampilan sebagai kader, pemimpin atau manajer pada suatu organisasi atau perusahaan tertentu.

Manajemen sebagai PROSES (4)

Management adalah proses yang khas terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian dimana dalam masing2 bidang tersebut digunakan ilmu pengetahuan & keahlian yang diikuti secara berurutan dalam usaha mencapai sasaran & tujuan yang telah ditetapkan.

Fungsi-Fungsi Manajemen (Management Functions)

Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan.

Fungsi-fungsi manajemen adalah sebagai berikut:

Planning

Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai dengan yang sangat rumit. Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Pembatasan yang terakhir merumuskan perencaan merupakan penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut :
1. Tindakan apa yang harus dikerjakan ?
2. Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ?
3. Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ?
4. kapankah tindakan itu harus dikerjakan ?
5. Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?
6. Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu ?

Menurut Stoner Planning adalah proses menetapkan sasaran dan tindakan yang perlu untuk mencapai sasaran tadi.

Organizing

Organizing (organisasi) adalah dua orang atau lebih yang bekerja sama dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran.

Leading

Pekerjaan leading meliputi lima kegiatan yaitu :
1. Mengambil keputusan
2. Mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan bawahan.
3. Memberi semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan supaya mereka bertindak.
4. Memeilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya
5. Memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang ditetapkan.

Directing/Commanding

Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula.

Motivating

Motivating atau pemotivasian kegiatan merupakan salah satu fungsi manajemen berupa pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar bawahan melakukan kegiatan secara suka rela sesuai apa yang diinginkan oleh atasan.

Coordinating

Coordinating atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarahdalam upaya mencapai tujuan organisasi.

Controlling

Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan yang telah digariskan semula.

Reporting

Adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi.

Staffing

Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberi daya guna maksimal kepada organisasi.

Forecasting

Forecasting adalah meramalkan, memproyrksikan, atau mengadakan taksiran terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rancana yang lebih pasti dapat dilakukan.



Sumber :
 http://herugan.com/pengertian-defenisi-d
 http://massofa.wordpress.com/2008/01/21/
 http://pengantarmanajemen.edublogs.org/2…